Sabtu, 26 November 2011

Tomcet?????ternyata....

        Awalnya g percaya, saat temen2 di kos bilang hewan kecil belang2 itu berbahaya,"masak hewan kecil kayak gini bisa nyebabin luka melepuh seperti terbakar??ujarku meragukan..eeee setelah cukup lama berkenalan dengan si "dia" (yang akrab dipanggil temen2 mas TOMI (Tomcat, m'f kalo ada persamaan nama, bukan bermaksud tapi itu realitanya, hee) akhirnya ikut jadi korban juga setelah tak sengaja bersentuhan dengannya,hmmm. Hewan ini suka dengan cahaya lampu di malam hari, jadi saat lampu dinyalakan biasanya si mas "TOMI" ini biasa terlihat di sekitar cahaya lampu, jadi  tuk mengurangi semakin banyaknya hewan ini berdatangan dapat dilakukan dengan mematikan lampu saja. Nah sebenarnya apa Tomcet itu????ini dia jawabannya.....
      TOMCAT adalah jenis serangga dengan nama Kumbang Rove, nama daerahnya Semut Semai, Semut Kayap, Charlie, etc. Adapaun klasifikasi ilmiahnya adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Class      : Insecta
Order     : Coleoptera
Family    : Staphylinidae
Genus    : Paederus
Species  : Paederus fuscipes Curtis
       Panjang tubuh 6.5-7.0 mm, tubuh memanjang, punya sayap dan dapat terbang, sisi dorsal ditutupi dengan banyak seta yang halus, hitam pendek. berkaki enam, sekilas tubuhnya tampak berselang-seling antara warna hitam dan orange/kemerahan. Memiliki antena dengan 11 segmen, bagian andomal juga bersegmen-segmen (3-5 segmen) berwarna orange/kemerahan, sisanya hitam.bagian apeks abdomal mempunyai sepasang duri yang tajam.
       Baik larva maupun setelah dewasa dapat menjadi predator pada beberapa tanaman di selurh dunia,seperti pada tanaman padi, jagung, dan sorgum. Telah tersebar luar di beberapa negara bagian di seluruh dunia.
       Hewan ini tidak menggigit atau menyengat, tetapi diseluruh bagian tubuhnya dapat mengeluarkan cairan yang bersifat sangat toksik, bahkan lebih toksik daripada bisa ular kobra, cairan ini disebut pederin
(C25H45O9N), ini dapat menghambat sintesis protein dan mencegah pembelahan sel. Racun Pederin inilah yang menyebabkan kulit mengalami peradangan/melepuh jika terjadi kontak langsung dengan kulit.Namun, walaupun pederin ini menyebabkan efek negatif bagi kulit kita,ternyata bernilai positif juga lo..dari mata kuliah yang saya ikuti, pederin dapat diisolasi dan dijadikan obat antikanker tetapi mekanismenya saya tidak tahu (mungkin dapat dicari jurnalnya).
       Kebanyakan orang menganggap peradangan ini sebagai penyakit herpes pada kulit, tetapi sebenarnya bukan, lebih tepatnya disebut dengan penyakit "Dermatitis Linearis". Efek yang ditimbulkan adalah panas, gatal dan  jika  digaruk maka peradangan dapat semakin melebar karna dengan digaruk racun tersebut akan ikut menyebar (seperti yang saya alami,,he). selain kontak langsung, hewan ini juga dapat menularkan racun pederinnya secara tidak langsung yaitu  melalui benda-benda yang dihinggapinya jadi bila anda tahu dihinggapi serangga ini,segera saja dicuci dengan air mengalir selama kurang lebih 15 menit, demikian pula jika terasa gatal2 atau panas pada kulit. hal ini bertujuan untuk membersihkan racun tersebut.
       Yang pernah saya alami, luka ini dapat sembuh tanpa perlakuan apa-apa kurang lebih selama 1 minggu (dimulai dari rasa gatal hingga radang mengering), namun jika segera ingin sembuh, dan jika luka semakin parah dipriksakan saja ke dokter...lebih hati2 j dengan serangga kecil ini.