Nah, bagaimana Cinta yang sesungguhnya itu??
Jawabannya: Cinta yang benar dan hakiki adalah hanyalah Cinta Karena Allah
Cinta karena Allah ialah cinta yang tak pernah mengandung
unsur duniawi atau harapan dengan persoalan duniawi. Cinta dengan niat hanya
mencari keridhoan Allah. Dalam menjalin pertemanan, persaudaraan, dan pasangan
hidup, dimana kerap kali hawa nafsu membujuk manusia mencari rido selain Allah.
Cinta lahir alami melalui kejernihan dan ketulusan hati.
Cinta terikat dengan kekuatan dan kehangatan ukhuwah. Ikatan persaudaraan yang
lebih kuat dan tinggi daripada ikatan silaturahmi dan ikatan darah. Karena
Allah, mereka saling mencintai dan saling berkasih sayang. Dalam hadist Qudsi,
dari Abu Hurairoh r.a bahwa Rosulullah SAW. Bersabda; “ Sesungguhnya Allah
berfirman pada hari kiamat, manakah orang-orang yang saling mencintai karena
keagungan-Ku?Aku akan menaungi mereka dalam naunganku pada hari ini. Hari yang
tidak ada naungan selain naungan-Ku (H.R Muslim)
Dr Aidh Al-Qorni M.A menjelaskan bahwa orang yang saling
mencintai karena Allah telah memaksa jiwanya untuk melawan hawa nafsu sehingga
kecintaan dan kasih sayang mereka hanya tunduk pada ridha Allah tanpa
memikirkan tujuan duniawi. Dan, ini merupakan perkara yang sangat mulia.
Imam an-Nawawi menerangkan ,” mereka adalah orang-orang yang
saling mencintai dengan tujuan agar bisa lebih menaati Allah. Agar bisa saling mengingatkan
untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan-Nya,
dan bukan karena tujuan duniawi (meraih harta, kedudukan, wanita, dan
sebagainya)
Hubungan yang terjalin karena Allah akan senantiasa membawa
kebaikan. Cinta kepada seseorang karena mengharap rida Allah selalu membawa
keberkahan. Jangan pernah mencintai manusia karena nafsu dan kepentingan
duniawi. Sebab, hal itu akan membawamu menjahui Allah. Jadikan cinta itu
mendatangkan keberkahan dunia dan akhirat.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:
“Ada seorang laki-laki yang ingin menjenguk saudaranya di
desa lain. Lalu, Allah mengutus malaikat untuk mengikuti jalannya. Setelah
malaikat itu bertemu dengannya, ia bertanya, Kamu hendak kemana?. Laki-laki itu
menjawab, saya hendak menjenguk saudara saya sesama muslim yang tinggal di
desa. Malaikat itu bertanya lagi, Apakah
kamu ingin mendapatkan sesuatu darinya? Ia menjawab: Tidak, saya hanya
mencintainya karena Allah. Malaikat itu berkata, sesungguhnya aku adalah utusan
Allah kepadamu, dan sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana saudaramu
itu (HR Muslim)
Ikatan persaudaraan tali rahim atau tali darah adalah
perkara mulia. Namun, persaudaraan yang diikat akidah dan iman sebenarnya lebih
agung dari semua itu.
Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang
yang bukan nabi, dan bukan pula syuhada, ujar Rasulullah, “namun, bahkan para
nabi dan syuhada cemburu kepada mereka di hari kiamat kelak. Sebab kedudukan
yang diberikan oleh Allah kepada mereka.
Ya Rasulullah, kata para sahabat, beritahukan kepada kami
siapa mereka?
Beliau menjawab: Mereka itu adalah segolongan manusia
yang saling mencintai karena rahmat Allah. Bukan oleh sebab kekerabatan dan
darah. Bukan pula karena didasarkan pemberian harta. Demi Allah, wajah mereka
pada hari itu bersinar cemerlang dan mereka berada di atas cahaya.Mereka tiada
khawatir ketika manusia lain ketakutan. Dan mereka tidak bersedih, ketika
manusia lain berduka (HR Abu Daud)Ya Allah...Jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seorang yang melabuhkan cintanya kepada-MU
agar bertambah kekuaatanku untuk mencintai-Mu
Ya Allah..Jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku padanya
agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah..Jika aku jatuh cinta dan rindu
Rindukanlah aku pada seorang yang merindu untuk syahid di jalan-Mu
aamiin ya rabbal 'alamiin...