Selasa, 15 September 2015

Melihat sisi lain pengertian dari “Masalah” dan “Anugerah”

Bismillahirrohmanirrohim...

(Murni ditulis ulang dari buku “Sungguh, Allah sangat merindukan kita” karya Abdush Shobur dan Haifa Zahra Anggawie, penerbit  Quanta)
Hidup memang penuh dengan masalah. Mulai dari yang ringan hingga yang sangat berat hingga membuat hati dan pikiran tak karuan, Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Sepertinya setiap hari dihantui dengan masalah-masalah. Mengingat masalah-masalah yang datang bertubi-tubi dalam hidup, sepertinya kepala ini mau pecah, tak tahu harus lari kemana untuk menghindari masalah-masalah itu. Serasa hati jenuh, terus menerus menemui masalah yang tak kunjung ada habisnya.Sering kali kita mengharap kepada saudara, teman, tetangga, atau siapa pun untuk membantu meringankan masalah yang kita hadapi. Namun, sering kali juga kita dikecewakan oleh mereka, ternyata mereka pun juga memiliki masalah sendiri.
Dari semua usaha-usaha yang kita lakukan untuk menyelesaikan masala-masalah tersebut, sejenak mari kita merenungkan. Tenangkan hati dan pikiran, regangkan otot-otot yang selama ini tegang, lepaskan semua beban-beban yang ada, mari kita bertafakur dan bertadabur. Apa sebenarnya yang sudah kita lakukan??Kenapa masalah-masalah ini tidak kunjung terselesaikan??Apakah sebenarnya arti dari masalah itu??
Bisa jadi masalah-masalah yang kita jumpai adalah dampak dari perbuatan dosa-dosa yang kita lakukan selama ini. Bagaimanapun kita berusaha untuk keluar dari permasalahan, namun jika kita tetap melakukan perbuatan dosa, maka usaha kita menjadi percuma saja.
Jika sebuah lantai basah ketika musim hujan karena atapnya bocor, mau berapa kali kita mengelap dan berusaha mengeringkan lantai, akan menjadi percuma ketika atapnya kita biarkan tetap bocor, kalau kata ILK (Indonesia Lawak Klub), itu sama saja “mengatasi masalah tanpa solusi”.
Lebih parahnya lagi, ketika kita ditimpa berbagai macam masalah, justru pertama kali yang didatangi untuk diminta pertolongan adalah manusia yang sama-sama punya masalah. Apalagi sampai datang ke dukun untuk minta pengasihan agar jodohnya segera datang, agar enteng rejeki, dan sebagainya. Bukannya mengurangi dosa malah menambah dosa, Na’udzubillaah.
Mari sejenak kita berpikir dan mencari tahu, apa yang sebenarnya menjadi definisi masalah itu. Apakah kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, masalah-masalah yang kita hadapi adalah masalah yang sebanarnya??atau sesungguhnya masalah-masalah yang Allah SWT berikan adalah peringatan agar kita kembali ke jalan yang diridhai-Nya. Jika dengan kemiskinan kemudian kita kembali rajin sholat lima waktu, dengan memiliki utang kita semakin dekat dengan Allah, dengan penyakit yang kita rasakan kita menjadi rajin sholat malam, dengan tidak kunjungnya buah hati menjadi kita rajin sedekah, dan seterusnya, bukanlah itu justru adalah anugerah???
Di sisi lain, jika kekayaan yang kita miliki membuat kita lupa kepada Allah, kesempurnaan di dalam rumah tangga dengan memiliki istri yang cantik dan anak-anak yang lucu membuat kita lupa untuk beribadah, jabatan tinggi yang kita duduki membuat kita sombong, kesehatan dan kemudahan-kemudahan lainnya kita gunakan untuk bermaksiat. Jika itu terjadi, maka apakah kenikmatan-kenikmatan yang kita miliki adalah sebuah anugerah, atau sesungguhnya justru itu adalah masalah??
Poinnya adalah bukan kaya atau miskinnya, senang atau susahnya, dan seterusnya, tetapi segala sesuatu yang membuat kita lupa kepada Allah, menjauhkan kita dari ibadah, dan mendekatkan kita kepada kemaksiatan, maka itulah masalah yang sesungguhnya. Sebaliknya, anugerah tidak dilihat kaya atau miskinnya, kesenangan atau kesedihan, dan sifat dunia lainnya, tetapi segala sesuatu yang menjadikan kita semakin dekat kepada Allah, semakin rindu kepada Allah, semakin cinta kepada Allah, dan semakin rajin dalam bertaqwa kepada Allah.
Bukanlah hidup adalah ujian bagi orang-orang yang beriman?Sedih dan senang, kesulitan dan kemudahan, tangis dan tawa, miskin dan kaya, pejabat dan masyarakat biasa, dan seterusnya adalah ujian dari Allah SWT..,yang diberikan kepada kita. Jika kita mampu menghadapinya dengan sabar dan tetap bertaqwa kepada Allah SWT., dalam kondisi apa pun, maka itu adalah sebuah kemenangan yang sejati.
Sering kali kita lebih senang di uji dengan kekayaan yang melimpah, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan, dan sifat duniawi lainnya. Namun, semua itu belum tentu baik untuk kita. Sebaliknya, kita tidak suka dengan cobaan berupa kemiskinan, kesusahan, penyakit, dan sebagainya. Namun, belum tentu itu juga buruk untuk kita, dan apa-apa yang buruk untuk kita.
Apa-apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut Allah baik. Tetapi sebaliknya, apa-apa yang menurut kita buruk, belum tentu menurut Allah buruk. Maka, mari kita senantiasa berprasangka baik terhadap apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Sesungguhnya Allah SWT., sesuai dengan prasangka makhluk-Nya.
Jika kita berprasangka buruk kepada Allah SWT., sesungguhnya yang buruk adalah kita sendiri, dan itu adalah dosa besar. Namun, jika kita berprasangka baik kepada Allah SWT., maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap permasalahan yang kita hadapi. Allah SWT akan memberikan rahmat dan kebahagiaan yang sesungguhnya kepada kita.Aamiin ya rabbal ‘alamiin
Dengan mengetahui definisi masalah dan anugerah yang sebenarnya, maka  kita akan semakin bijaksana dalam menghadapi hidup ini. Dan tentu seharusnya ini dijadikan sebagai bahan perenungan, apakah kita saat ini hakikatnya sedang ditimpa masalah atau anugerah??Mudah-mudahan apapun yang telah diberikan Allah SWT kepada kita membuat hidup kita semakin berkah, dan semakin dekat dengan-Nya Tuhan Yang Maha Indah.
Jika Allah SWT telah memberikan kekayaan dan kecukupan di dunia ini, mudah-mudahan kenikmatan membuat kita bersyukur kepada Allah. Dan jika Allah SWT memberikan kemiskinan dan kekurangan di dalam hidup kita, mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita orang yang senantiasa bersabar dan bertaqwa kepada Allah. Namun, tentu saja kita menginginkan anugerah, kebahagiaan, kekayaan, keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Mudah-mudahan kita semua menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dan bersabar. Aamiin.
-Semoga bermanfaat-
Nogosari, 21 Agustus 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar