Jumat, 01 Juni 2012

Tidak Ada yang Sia-sia Kawan...


“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi dan di ddalam pergantian siang dan malam hari terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi (orang yang disebut) ulil albab. Yaitu orang-orang yang selalu ingat kepada Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring dan ia selalu berpikir tentang penciptaan langit dan bumi. Kemudian dia mengatakan: Ya tuhanku tidak ada yang sia-sia segala yang Engkau ciptakan ini. Maha suci Engkau , maka hindarkanlah kami dari siksa api neraka”. (Q. S. Ali imran:190-191)

Dari pernyataan diatas, tersirat suatu pengakuan yang mendalam bahwa memang tak ada yang sia2 apa yang Allah ciptakan. “Kapankah seseorang bisa memiliki kesimpulan bahwa segala sesuatu yang dia pelajari itu tidak sia-sia???” Jawabannya hanya satu, yaitu ketika dia sudah sangat memahami tentang apa yang dia pelajari. Jika sudah paham, barulah dia bisa mengatakan bahwa ternyata segala yang diciptakan oleh Allah semuanya ada manfaatnya. Betapa mendalam kalimat ini…….

Orang yang belum paham / mengerti tentang apa yang dia pelajari, maka ia tidak akan bisa mengatakan bahwa sesuatu itu bermanfaat. Jadi jelas bahwa ayat2 Al-Qur’an dan segala sesuatunya ini membutuhkan waktu yang panjang, bahwa seumur hidup kita untuk dipelajari hingga bisa menyatakan bahwa segala sesuatu itu bermanfaat alias tidak sia-sia,

Di ayat di atas, sang Pemikir digambarkan selalu gelisah untuk bisa bertemu dengan Allah. Karena itu  ia selalu berpikir tentang tanda-tanda kebesaran-Nya sepanjang hidupnya. Baik, sedang berdiri, duduk, bahkan tidur-tiduran. Ketika ia sedang senang maupun sedang susah dan pada segala aktivitas kehidupannya.

Sama seperti kisah Nabi Ibrahim as. Setelah berpuluh-puluh tahun kemudian, akhirnya nabi Ibrahim mendapatkan satu kesimpulan bahwa Allah memang Maha Pencipta Yang Maha Pintar dan Maha Bijaksana. Tak ada satu benda pun yang tidak bermanfaatn di alam semesta ini. Barangkali, kalau aktifitas berpikirnya itu di bukukan, itu akan menjadi sebuah informasi ilmu pengetahuan yang hebat dan dahsyat. Kenapa demikian?? Ya, karena kesimpulannya mengatakan bahwa ia sangat faham dengan fakta yang terserak di alam semesta ini, dan bisa berkata: Tidak sia-sia segala yang ada….

Begitulah Allah memancing kita untuk mempelajari alam semesta ciptaan-Nya. Hasil akhirnya bukannya sekadar kita puas dengan ilmu yang kita peroleh, melainkan kita mendapatkan satu kesimpulan esensial, yaitu lebih mengenal Dzat, Sang Penguasa Alam Semesta.

Seringkali kita masih menganggap bahwa segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita adalah sia-sia atau setidak-tidaknya adalah biasa2 saja. Tidak ada gunanya.Dan tidak memberikan tanda-tanda bagi eksistensi serta keterlibatan Allah.

Pernahkah kita berpikir tentang lebah?? Darimana ia memperoleh insting untuk ‘memproduksi’ madu dan ternyata bisa menjadi obat itu??Berapa nilai ekonomi dan kesehatan  yang telah dihasilkan oleh serangga yang hidup bergerombol bersama ratu lebah itu??

Bahkan bukan hanya makhluk berupa binatang atau tumbuhan saja yang menarik untuk dipikirkan, tetapi semua kejadian2 yang melingkupi kehidupan kita pun Insya Allah tidaklah sia-sia. Semuanya mengandung pelajaran dan hikmah untuk kita ambil sebagai pelajaran dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.
Ada kisah yang mungkin bisa menambah keyakinan kita untuk lebih yakin bahwa Allahlah yang menghendaki semuanya terjadi. Alkisah, pada suatu hari ada si fulan yang biasanya setiap pagi, dia selalu berangkat ke toko tempat dia berjualan jam 07.00. Pada hari itu, entah apa yang menyebabkan dia enggan berangkat pada jam seperti biasanya. Dia sudah keluar rumah untuk berangkat tetapi ditundanya dan kembali masuk rumah. Sejam kemudian dia baru menyeberang jalan menuju ke tokonya, dia tertabrak mobil dan kemudian meninggal dunia..

Sepintas kita akan mengatakan bahwa hal itu adalah biasa saja. Akan tetapi, kalau kita cermati, kita lantas bisa bertanya-tanya:kenapa dia menunda kebiasaanya pergi pukul tujuh pagi sehingga bertepatan dengan mobil yang melintas di jalan itu dan kemudian menabraknya. Siapakah yang mebuat semua itu terjadi secara tepat waktu??Padahal kalau kejadiaanya itu berbeda I menit saja, barangkali kecelakaan itu tidak terjadi.
Dari contoh di atas, rasanya memang tidak ada yang kebetulan. Semuanya berlangsung dalam skenario yang sangat teliti dan ada hikmahnya, tidak ada yang sia-sia. Pemahaman yang komprehensif  terhadap segala sesuatu justru akan membawa kita kepada kesimpulan yang terfokus pada Kekuasaan Allah, Sang Maha Perkasa.

##ditulis kembali dari buku karangan Agus Mustofa berjudul “ Pusaran Energi Ka’bah”, semoga bermanfaat untuk lebih memahami hakikat kehidupan ini…Aamiin.

Kamis, 31 Mei 2012

Aisyah ra teladan Wanita masa kini>>>>

Siapa yang tak kenal dengan Aisyah binti Abu bakar ash-Shiddiq, seseorang yang kaya akan ilmu, namanya begitu mendunia. Beliau adalah orang yang patut diteladani oleh muslimah-muslimah masa kini, betapa tidak, beliau selain seorang yang sangat taat kepada Tuhannya, beliau juga seorang yang  cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, bisa diartikan seimbang antara dunia dan akhiratnya.
Aisyah merupakan  sosok ahli fiqih yang selalu taat kepada Tuhannya. Dalam periwayatan hadist, ia adalah tokoh yang sulit dicari bandingannya. Ia lebih memahami hadist dibanding istri-istri Nabi yang lain.
Ad-Dzahabi berkomentar dalam kitab as-Sair, jilid II halaman 240, “saya tidak pernah melihat pada umat Muhammad saw., bahkan secara keseluruhan, ada seorang wanita yang lebih alim dari Aisyah. Dia adalah istri Rasulullah SAW di dunia dan akhirat. Apakah ini bukan hal yang membanggakan?” subhanallah…….
Aisyah adalah salah seorang mujtahid yang dikenal dalam sejarah islam. Sosok wanita dengan pemahaman tajam akan ajaran-ajaran fundamental agama (Ushuluddin) dan ilmu-ilmu Al-Qur’an. Dalam beberapa kasus, Aisyah mengoreksi pemahaman para sahabat dan menjadi rujukan dalam memahami praktik Rasulullah.
 Atha’ ibnu Abi Rabah berkata, “Aisyah adalah sosok wanita yang paling mengerti masalah agama dan paling brilian pendapatnya dibandingkan orang lain”.
“Seandainya semua ilmu manusia dan ilmu istri-istri Nabi digabungkan, niscaya ilmu Aisyah lebih luas daripada ilmu mereka”, komentar Az-Zuhri
Az-Zuhri melanjutkan, “Andai kata ilmu Aisyah digabungkan dengan ilmu seluruh wanita, niscaya ilmu Aisyah lebih utama daripada ilmu mereka,”, Allahu Akbar>>!!!
Ad-Dzahabi berkata, “Musnad Aisyah mencapai 2210 hadist. Bukhari dan Muslim sepakat atas riwayat Aisyah dalam 140 hadist. Secara individu, Bukhari meriwayatkan 54 hadist Aisyah, dan Muslim sejumlah 69 hadist.
Urwah ibnu Zubair juga berkata, “Aku tidak melihat seorang pun yang lebih pandai tentang ilmu fiqih, kedokteran, dan syair melebihi Aisyah”
Abu Umar ibnu Abdul Barr menyebutkan, “Aisyah adalah satu-satunya wanita pada masanya yang menguasai tiga disiplin ilmu, yaitu fiqih, kedokteran, dan sastra.”
 Begitu mulianya engkau ibunda…semoga kami bisa meneladanimu, menjadikan engkau inspirator dalam hari2 kami untuk terus bersemangat dalam menuntut ilmu2-Nya.  Aamiin ya rabb………

Selasa, 22 Mei 2012

Istimewanya Madu

Dalam Alqur’an surat An-Nahl disebutkan bahwa , “Dari perut lebah keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Madu juga disebut memiliki khasiat sebagai obat dalam kitab Ayurveda yang antara lain untuk mengatasi sakit paru-paru. Sementara Aristoteles (350 SM) dalam buku Historia Animalium menuliskan bahwa madu putih berkhasiat untuk mengobati sakit mata dan Celcius, seorang dokter Romawi selalu memberikan madu kepda pasiennya yang menderita diare karena efek antibakteri dan kandungan nutrisinya mudah dicerna.
Madu adalah cairan manis berasal dari nectar tumbuhan yang diproduksi oleh lebah madu. Nektar adalah senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar necteriffier dalam bunga. Bentuknya cairan, rasanya manis alami dengan aroma yang lembut. Nektar mengandung air (50-90%), glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, asam amino, karoten, vitamin, dan minyak, serta mineral esensial.
Proses terbentuknya madu dimulai dari mula-mula lebah menghisap nectar, kemudian lebah pandu (pekerja) akan melakukan fermentasi nectar dalam perutnya dengan mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa oleh enzyme invertase yang dikeluarkan kelenjar tenggorokan lebah. Proses selanjutnya, lebah pekerja akan menyalurkan nectar ke  lebah rumah lewat belalainya untuk kemudian melanjutkan proses fermentasi dengan menelan dan mengeluarkan cairan nectar tersebut berulang-ulang, sehingga terjadi proses ekstraksi air dan pembersihan nectar dari racun dan mikroba serta penambahan asam amino, lipid dan elemen lain. Lebah selanjutnya akan menyimpan nectar yang sudah diproses menjadi madu dalam sel-sel sarang. Madu akan mengalami ekstraksi air.  Pembentukan monosakarida, dan pengeyaan campuran aromatic. Setelah 3-7 hari, lebah menutup sel tersebut debfab malam-sejenis lilin- untuk mematanglan madu tersebut hingga siap panen.

Efek terapi Madu
Bagaimana madu berefek terapi??Kandungan nilai gizi dan variasi komposisi kandungan zatnyalah yang membuat madu berefek terapi. Salah satu yang penting adalah kandungan zat antibiotiknya untuk melawan serangan berbagai kuman pathogen penyebab penyakit.
Para ahli menduga, zat antibakteri pada madu muncul karena adanya efek osmotic yang berasal dari tingginya kandungan gula madu, sekitar 84% disbanding kadar airnya yang hanya sekitar 15 %. “ sedikitnya kandungan air dalam madu yang berinteraksi dengan kadar gula dalam madu itulah yang membuat bakteri tidak dapat hidup.Karena tidak ada bakteri yang mampu hidup pada medium berkadar air kurang dari 17%, kata Dr. Adji.
Ciri khas madu lainnya adalah sifatnya yang asam dengan pH antara 3,2-4,5 sehingga cukup untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang biasanya berkembang biak pada pH 7,2-7,4. Madu juga dapat meningkatkan pembelahan sel limfosit, yang berperan dalam pembentukan sel darah putih dalam tubuh, sehingga berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh.
Namun demikian Aristoteles menyatakan, madu dari area dan musim tertentu dapat mengobati penyakit tertentu pula. Ini artinya, efek antibakteri madu berbeda-beda tergantung sumber nektarnya. Sementara ,Nasional Honey Board 2005, melaporkan bahwa madu yang berwarna gelap seperti madu manuka dan varitas madu buckwheat, terbukti memiliki kadar antioksidan lebih tinggi disbanding madu berwarna terang seperti madu akasia atau clover.
Beberapa hal yang membuat efek antibakteri madu ini berbeda-beda adalah kandungan hydrogen peroksida, dan non peroksida, serta vitamin C, ion logam, enzim katalase, dan ketahanan madu terhadap suhu serta sensivitas enzimnya terhadap cahaya.

Madu efektif untuk sakit maag
Menurut Dr Adji Suranto, madu dapat mengobati sakit maag, karena madu memang telah terbukti membantu saraf sensorik dinding lambung merangsang pelepasan zat molekul hasil uraian protein (yaitu peptide) untuk meningkatkan aliran darah ke selaput lender lambung guna melindungi lambung dari kerusakan.
Manfaat madu tidak hanya untuk sakit maag saja. Pada zaman Romawi, para atlit diwajibkan mengkonsumsi madu sebelum bertanding. Ini bisa dimaklumi karena madu adalah sumber karbohidrat siap pakai yang alami, setara dengan 17 gram karbohidrat untuk setiap satu sendok makannya.
Madu sebagai sumber energy dan nutrisi juga telah dibuktikan dengan jumlah energy yang dikandungnya, yaitu 3.500 kilokalori/kg madu. Selain itu, madu juga mudah dicerna, sehingga mereka yang mengalami kekurangan enzim pencernaan (amylase), akan mendapat keuntungan saat mengkonsumsi madu asli karena madu busa langsung diserap dan digunakan untuk aktivitas sel guna menghasilkan energy.
Manfaat lain madu adalah membantu penggantian cairan tubuh yang hilang akibat diare. Terapi diare adalah dengan mengganti cairan yang hilang dengan pemberian cairan gula garam atau oralit. Gula akan meningkatkan penyerapan garam.  Penggantian gula dengan madu ternyata jauh lebih menguntungkan karena madu mengandung fruktosa yang meningkatkan serapan air dan menurunkan serapan garam natrium sehingga mencgah kelebihan natrium dalam tubuh.
Adapun manfaat madu untuk mengobati sakit paru-paru justru sudah dikenal sejak lama. Ayurveda mengajarkan penggunaan madu untuk penderita paru-paru, terutama yang disertai dengan kondisi tubuh kurang gizi. Dr. Adji menjelaskan manfaat madu dalam pengobatan tuberculosis adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien. Penderita tuberculosis yang mengkonsumsi madu akan meningkat berat badannya, batuknya berkurang, dan kadar hemoglobinnya meningkat.
Sementara Ibnu Sina (890-1037M) yang dikenal sebagai bapak kedokteran dan telah banyak melakukan penelitian tentang madu menyebutkan bahwa madu dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakir demam.
Untuk ganguan flu, madu ditambah air jeruk hangat atau susu dengan perbandingan 1 jeruk atau segelas susu hangat per 100 gram madu, dapat meberikan efek menenangkan dan menyegarkan pernapasan. Sementara untuk mengusir batuk, perasan jeruk lemon yang dibakar dengan tambahan madu adalah resep obat batuk alami yang sudah dikenal sejak lama. Bila batuk cukup parah, minum satu sendok pada siang hari, satu sendok setelah makan malam, dan satu sendok sebelum tidur. d\dosis dapat dikurangi jika keluhan batuk reda.
Nah itulah beberapa khasiat  dan keistimewaan dari madu.  Dialah Allah, Dzat yang menguasai alam semesta ini, Dia menciptakan segala sesuatu ini pasti ada manfaatnya, termasuk madu yang memiliki khasiat begitu luar biasa,,,

Sumber: Nirmala, Hidup sehat alami edisi Mei 2010   
           

Kamis, 26 April 2012

Hakikat Diri


[ Sesungguhnya siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal Tuhannya – Alhadits ]

Berdasar pada hadist tersebut, kita mempunyai PR yang sangat besar dari ALLAH SWT..PR untuk mencari jati diri, melakukan sebuah perjalanan panjang hingga kita mengenal siapa diri kita dan pada akhirnya kita akan mengenal ALLAH SWT.. ALLAHU AKBAR!!
Dan sebuah perjalanan pnjang pastilah membutuhkan petunjuk, petunjuk yang akan mengantarkan kita lebih cepat mencapai tujuan kita, siapa lagi yang akan memberikan petunjuk selain yang memberi “PR besar itu”, tidak lain adalah  ALLAH SWT..ya semakin tersadar bahwasannya siapa yang ingin mengenal dirinya sendiri, maka harus mendekat kepada Allah SWT, sedekat-dekatnya karna DIA lah yang memilik jiwa kita, Dia lebih tahu siapa diri kita daripada kita sendiri, Dia yang mempunyai kunci2 kehidupan ini…
Masih banyak rahasia yang belum terungkap pada diri kita.
jika kita sadar bahwasannya kita berasal dari Allah dan pasti akan kembali lagi kepadaNya, pastilah diantara jeda itu kita mempunyai tanggung jawab/tugas besar yang harus kita tunaikan, mustahil jika sesuatu yang diciptakan tidak mempunyai tujuan atau kemanfaatan apapun..
Nah, tugas kita sekarang adalah mengisi jeda antara awal penciptaan itu dengan perjumpaan lagi dengan-Nya dengan tugas2 yang telah diperintahkan-Nya, tidak lain adlah Berbadah kepada Allah
“Tidak diciptakan  jin dan manusia, melainkan supaya menyembah-Ku (Allah swt) “(Q. S.Adz-Dzariyat:56)
Inilah hakikat hidup, segala aktivitas dan kesibukan kita hendaklah dalam rangka beribadah kepada ALLAH SWT. Ibadah dalam artian luas, tidak sekedar ibadah mahdhoh tetapi juga ghairu mahdhoh..semua aktivitas insyaAllah akan bernilai ibadah, jika itu diniatkan semata-mata karna Allah..Wallahu a’lam

Kudu SUKSES!!!!

Bismillah…..
Tips bagus dari Dr. ‘Aidh al-Qarni, cek it out!!!!!!
Sebab-sebab Kesuksesan
1.       Keinginan keras, teguh, dan kokoh yang tidak bisa dibatasi dan digambarkan. Dialah yang mampu memindahkan palakunya kepada barisan tertinggi di antara orang-orang sukses.”Dan jikalau mereka ingin berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu”
2.       Kesabaran abadi dan usaha terus-menerus, berupa memberi, semangat, kontinu, dan melangkah maju. “Bersemangatlah untuk hal yang bermanfaat bagimu dan minta tolonglah kepada Allah, jangan merasa lemah”
3.       Istiqomah di jalan perjuangan, tidak ada keraguan, kekhawatiran, dan malas berusaha. “Apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah.” (Q.S. Ali ‘imran:159).
4.       Mengalahkan hawa nafsu, menghancurkannya, menyia-nyiakannya, menunda-nundanya, dan membatalkannya.”Sesungguhnnya nafsu itu menyuruh kepada kejelekan” (Q.S. Yusuf:53)
5.       Optimis, menunggu masa depan yang cemerlang, ber-husnuzhan dengan Allah Swt. Dan melihat hari esok dengan pandangan cerah, serta menghancurkan perasaan pesimis, rasa takut yang dilemparkan setan, dan meluluhlantakkannya. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). Sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas karunianya-Nya lagi Maha Mengetahui” (Q.S. Al-Baqoroh:268)
6.       Tidak menyerah kepada kegagalan dan putus asa ketika tergelincir atau merasa hancur ketika kalah.” Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, tidak lesu, dan tidak pula menyerah kepada musuh.”(Q.S. Ali-Imran:146).
##Semoga bisa menghidupkan semangat yang mungkin hampir redup oleh segala kesibukan duniawi yang melelahkan,  ingatlah …, janji allah itu pasti benar. saudariku yakinlah bahwa kita BiSA!!!!!jika usaha terasa sudah maksimal dan kita merasa tak tahu lagi apa yang mau kita lakukan, maka serahkan saja hasilnya hanya kepada ALLAH, DIA Maha Melihat dan tak pernah Mendholimi hamba2NYa,