Dalam
Alqur’an surat An-Nahl disebutkan bahwa , “Dari perut lebah keluar minuman
(madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan
bagi manusia”. Madu juga disebut memiliki khasiat sebagai obat dalam kitab Ayurveda yang antara lain untuk
mengatasi sakit paru-paru. Sementara Aristoteles (350 SM) dalam buku Historia Animalium menuliskan bahwa madu
putih berkhasiat untuk mengobati sakit mata dan Celcius, seorang dokter Romawi
selalu memberikan madu kepda pasiennya yang menderita diare karena efek
antibakteri dan kandungan nutrisinya mudah dicerna.
Madu
adalah cairan manis berasal dari nectar tumbuhan yang diproduksi oleh lebah
madu. Nektar adalah senyawa kompleks yang dihasilkan kelenjar necteriffier
dalam bunga. Bentuknya cairan, rasanya manis alami dengan aroma yang lembut.
Nektar mengandung air (50-90%), glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, asam
amino, karoten, vitamin, dan minyak, serta mineral esensial.
Proses
terbentuknya madu dimulai dari mula-mula lebah menghisap nectar, kemudian lebah
pandu (pekerja) akan melakukan fermentasi nectar dalam perutnya dengan mengubah
sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa oleh enzyme invertase yang dikeluarkan
kelenjar tenggorokan lebah. Proses selanjutnya, lebah pekerja akan menyalurkan nectar
ke lebah rumah lewat belalainya untuk
kemudian melanjutkan proses fermentasi dengan menelan dan mengeluarkan cairan nectar
tersebut berulang-ulang, sehingga terjadi proses ekstraksi air dan pembersihan nectar
dari racun dan mikroba serta penambahan asam amino, lipid dan elemen lain.
Lebah selanjutnya akan menyimpan nectar yang sudah diproses menjadi madu dalam
sel-sel sarang. Madu akan mengalami ekstraksi air. Pembentukan monosakarida, dan pengeyaan
campuran aromatic. Setelah 3-7 hari, lebah menutup sel tersebut debfab
malam-sejenis lilin- untuk mematanglan madu tersebut hingga siap panen.
Efek terapi Madu
Bagaimana
madu berefek terapi??Kandungan nilai gizi dan variasi komposisi kandungan
zatnyalah yang membuat madu berefek terapi. Salah satu yang penting adalah
kandungan zat antibiotiknya untuk melawan serangan berbagai kuman pathogen penyebab
penyakit.
Para
ahli menduga, zat antibakteri pada madu muncul karena adanya efek osmotic yang
berasal dari tingginya kandungan gula madu, sekitar 84% disbanding kadar airnya
yang hanya sekitar 15 %. “ sedikitnya kandungan air dalam madu yang
berinteraksi dengan kadar gula dalam madu itulah yang membuat bakteri tidak
dapat hidup.Karena tidak ada bakteri yang mampu hidup pada medium berkadar air
kurang dari 17%, kata Dr. Adji.
Ciri
khas madu lainnya adalah sifatnya yang asam dengan pH antara 3,2-4,5 sehingga
cukup untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang biasanya berkembang biak pada
pH 7,2-7,4. Madu juga dapat meningkatkan pembelahan sel limfosit, yang berperan
dalam pembentukan sel darah putih dalam tubuh, sehingga berkhasiat meningkatkan
imunitas tubuh.
Namun
demikian Aristoteles menyatakan, madu dari area dan musim tertentu dapat
mengobati penyakit tertentu pula. Ini artinya, efek antibakteri madu
berbeda-beda tergantung sumber nektarnya. Sementara ,Nasional Honey Board 2005,
melaporkan bahwa madu yang berwarna gelap seperti madu manuka dan varitas madu
buckwheat, terbukti memiliki kadar antioksidan lebih tinggi disbanding madu
berwarna terang seperti madu akasia atau clover.
Beberapa
hal yang membuat efek antibakteri madu ini berbeda-beda adalah kandungan hydrogen
peroksida, dan non peroksida, serta vitamin C, ion logam, enzim katalase, dan
ketahanan madu terhadap suhu serta sensivitas enzimnya terhadap cahaya.
Madu efektif untuk sakit maag
Menurut
Dr Adji Suranto, madu dapat mengobati sakit maag, karena madu memang telah
terbukti membantu saraf sensorik dinding lambung merangsang pelepasan zat
molekul hasil uraian protein (yaitu peptide) untuk meningkatkan aliran darah ke
selaput lender lambung guna melindungi lambung dari kerusakan.
Manfaat
madu tidak hanya untuk sakit maag saja. Pada zaman Romawi, para atlit
diwajibkan mengkonsumsi madu sebelum bertanding. Ini bisa dimaklumi karena madu
adalah sumber karbohidrat siap pakai yang alami, setara dengan 17 gram
karbohidrat untuk setiap satu sendok makannya.
Madu
sebagai sumber energy dan nutrisi juga telah dibuktikan dengan jumlah energy yang
dikandungnya, yaitu 3.500 kilokalori/kg madu. Selain itu, madu juga mudah
dicerna, sehingga mereka yang mengalami kekurangan enzim pencernaan (amylase),
akan mendapat keuntungan saat mengkonsumsi madu asli karena madu busa langsung
diserap dan digunakan untuk aktivitas sel guna menghasilkan energy.
Manfaat
lain madu adalah membantu penggantian cairan tubuh yang hilang akibat diare. Terapi
diare adalah dengan mengganti cairan yang hilang dengan pemberian cairan gula
garam atau oralit. Gula akan meningkatkan penyerapan garam. Penggantian gula dengan madu ternyata jauh
lebih menguntungkan karena madu mengandung fruktosa yang meningkatkan serapan
air dan menurunkan serapan garam natrium sehingga mencgah kelebihan natrium
dalam tubuh.
Adapun
manfaat madu untuk mengobati sakit paru-paru justru sudah dikenal sejak lama.
Ayurveda mengajarkan penggunaan madu untuk penderita paru-paru, terutama yang
disertai dengan kondisi tubuh kurang gizi. Dr. Adji menjelaskan manfaat madu
dalam pengobatan tuberculosis adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh
pasien. Penderita tuberculosis yang mengkonsumsi madu akan meningkat berat
badannya, batuknya berkurang, dan kadar hemoglobinnya meningkat.
Sementara
Ibnu Sina (890-1037M) yang dikenal sebagai bapak kedokteran dan telah banyak
melakukan penelitian tentang madu menyebutkan bahwa madu dapat menyembuhkan
berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah
tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta mengatur
sekresi, sehingga dapat menghilangkan penyakir demam.
Untuk
ganguan flu, madu ditambah air jeruk hangat atau susu dengan perbandingan 1
jeruk atau segelas susu hangat per 100 gram madu, dapat meberikan efek
menenangkan dan menyegarkan pernapasan. Sementara untuk mengusir batuk, perasan
jeruk lemon yang dibakar dengan tambahan madu adalah resep obat batuk alami
yang sudah dikenal sejak lama. Bila batuk cukup parah, minum satu sendok pada
siang hari, satu sendok setelah makan malam, dan satu sendok sebelum tidur.
d\dosis dapat dikurangi jika keluhan batuk reda.
Nah
itulah beberapa khasiat dan keistimewaan
dari madu. Dialah Allah, Dzat yang menguasai alam semesta ini,
Dia menciptakan segala sesuatu ini pasti ada manfaatnya, termasuk madu yang
memiliki khasiat begitu luar biasa,,,
Sumber: Nirmala, Hidup sehat
alami edisi Mei 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar